TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga

Final LSN 2019 Resmi Digelar Sore Ini Di Bogor 

08/11/2019 - 17:10 | Views: 14.97k
KH. Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul ulama (PP RMINU) saat membuka LSN 2019 di Bogor (foto: David for TIMES Indonesia)

TIMESBALI, JAKARTA – Babak final Liga Santri Nusantara 2019 (LSN 2019) resmi dibuka, Jumat (8/11/2019) sore ini.

Acara ini dibuka langsung oleh KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul ulama (PP RMINU) bersama Isnanta, Deputi Bidang Pemberdayaan dan Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Iwan Setiawan (Wakil Bupati Bogor).

Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan rasa terimaksih, Kabupaten Bogor telah dipilih sebagai tuan rumah Seri Nasional LSN. Menurutnya kesempatan menjadi tuan rumah ini menjadi suatu penghargaan yang sangat luar biasa. Apalagi LSN 2019 ini merupakan acara anak-anak pesantren.

KH-Abdul-Ghaffar-Rozin-a.jpg

“Kebanggaan buat kami Kabaputen Bogor ditunjuk jadi tuan rumah LSN 2019, kita sangat berterimakasih kepada panitia yang sudah mempercayai Kabupaten Bogor,” ujar Iwan dalam rilis yang diterima TIMES Indonesia di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Selain itu Iwan juga mengapresiasi tim asal Bogor yang sudah masuk Seri Nasional. Ada dua tim yang lolos, pertama Perwakilan Jabar IV, Riyadhut Muta’alimin dan kedua tuan rumah Subregion Bogor, Al Hukuma.

“Kami sangat berbangga salah satu pondok di pesantren Kabupaten Bogor ada yang masuk seri nasional walaupun hanya sampai perempat final, yaitu pondok Alhukama bogor.  Selamat kepada tim calon juara, junjung sprortifitas dan jadilah juara sejati,” tutupnya.

Sementara itu, Gus Rozin (KH Abdul Ghofarrozin), dalam sambutannya, memaparkan perjalanan LSN sejak tahun 2015. Katanya, LSN tahun ini adalah tahun ke-5, untuk itu pihaknya sebagai operator dari sejak tahun 2017 terus berupaya memperbaiki dan kemandirian kualitas kompetisi.

“Tahun ini tahun ke-5, berbeda dengan tahun lalu yàng fokus pada sosialisasi dan kuantitas, di mana ada lebih 1000 pesentren terlibat (LSN)--itu masih jauh dari populasi 28.000 pesantren di Indonesia. Tahun ini kita mulai memperbaiki tata kelola dan kualitas. Ada lebih dari 700 pesantren ikut dan lolos tahun ini, dari target kita 400 saja,” kata Gus Rozin. 

Mengambil tagline ‘dari pesantren untuk sepakbola indonesia’, LSN 2019 diharapkan mampu memunculkan budaya baru di sepakbola Indonesia.

KH-Abdul-Ghaffar-Rozin-b.jpg

“Tidak hanya mengejar kemenangan tetapi lebih mengedepankan sportifitas. Moralitas santri harus masuk dalam sepakbola,” tambah Gus Rozin.

Melalui penyelenggaraan LSN 2019 ini, Gus Rozin berharap pesantren terus berkembang, tidak hanya berkontribusii kepada NKR tetapi juga olahraga, khususnya sepakbola Indonesia.

“Kalau boleh menyebut alumni LSN ada M. Rafli Mursalim yang pernah menjadi Timnas Garuda Muda asuhan Indra Sjafri dan sekarang bermain untuk Mitrakukar. Tentu juga ada beberapa alumni yang juga sudah berkarir di sepakbola profesional,” ucap Gus Rozin.

Melalui LSN, Gus Rozin mengakui pondok pesantren kian menguat. Banyak wali santri yang memondokkan anaknya karena melihat potensi Liga Santru. Kata Gus Rozin, hal itu sekaligus mendukung gerakan nasional ‘Ayo Mondok’.

“Insyaallah tahun depan kita bisa membentuk Santri Footbooll Club dan bisa masuk Liga 3,” pungkasnya.

Adupun Isnanta mengajak semua elemen terkait untuk mendukung LSN 2019. Ia melihat keseriusan RMINU untuk memajukan LSN dan sangat mengapresiasi kegiatan ini.

"Untuk pesantren dan olahraga ke depan harus benar-benar kita dukung. Dan kami melihat keseriusan RMI untuk memandirikan Liga Santri, karena yang hanya kita support adalah seri nasionalnya saja. Ini momentum terbaik untuk perkembangan sepakbola Indonesia," ucapnya.

Selain didukung oleh Kemenpora, LSN 2019 juga didukung oleh beberapa pihak terkait. Salah satunya adala PGN (Perusahan Gas Negara) yang serius ikut mendukung pembinaan sepakbola usia muda. 

Sedangkan partai final LSN 2019 sendiri, kali ini mempertemukan kesebelasan Nur Iman (Region DI. Yogyakarta) melawan Al Makmur (Region Banten). (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Edy Junaedi Ds
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Bali
Top

search Search